B.     Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning)

1.      PENGERTIAN

Menurut Nur Hadi CTL adalah konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa.

Menurut Jonhson CTL adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan untuk menolong para siswa melihat siswa melihat makna didalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subyek-subyek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka.

Jadi pengertian CTL dari pendapat para tokoh-tokoh diatas dapat kita simpulkan bahwa CTL adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Baca entri selengkapnya »

LATAR BELAKANG MASALAH

Suatu keyakinan yang mesti menjadi pegangan umat Islam ialah ajaran Islam yang termuat di dalam Al Qur’an dan as sunnah merupakan petunjuk Allah yang harus menjadi pedoman bagi manusia khususnya kaum muslimin dan muslimat demi keselamatan hidupnya di dunia maupun di akhirat. Berbeda hal dengan ajaran-ajaran yang pernah diturunkan Allah sebelumnya dimana ajaran tersebut hanya diperuntukkan untuk kaum tertentu.

Ajaran Islam tidak hanya berlaku untuk kelompok atau kaum di dalam masyarakat tertentu serta tidak pula terbatas pada masa tertentu pula. Akan tetapi ajaran Islam sejak diturunkan telah ditetapkan sebagai pegangan dari semua kelompok dan kaum manusia pada berbagai tempat dan waktu sampai akhir masa (zaman). Baca entri selengkapnya »

Peraturan adalah sebuah tata tertib yang harus di patuhi. dan mengenakan sangsi atau hukuman bagi yang melanggar. Peraturan bertujuan untuk menjadi beraturan secara struktur maupun sistematika dari suatu proses yang dijalani secara teratur dan berstruktur.

Sebuah kelas membutuhkan peraturan , Peraturan tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi gerak siswa namun sebagai penjelas ekspektasi tingkah laku atau perilaku semua anggota kelas tersebut. Peraturan kelas berlaku kepada semua anggota kelas, termasuk guru yang ada di dalam kelas tersebut. Peraturan di dalam proses belajar mengajar di kelas sangat mutlak diperlukan. Keberhasilan proses pembelajaran bahkan bergantung pada mampu tidaknya guru sebagai manajer kelas yang bertugas  memberikan contoh sekaligus menjadi individu yang konsisten dalam menerapkan peraturan. Baca entri selengkapnya »

  1. Pengertian Fenomenologi

Istilah fenomenologi telah lama muncul dan digunakan, sejak Lambert, Kant dan juga Hegel, dengan arti yang berbeda-beda. Kant membedakan antara fenomena dan noumena. Yang mana yang pertama adalah menunjukkan kepada suatu dalam kesadaran dan yang kedua adalah realitas yang berbeda dari apa yang ditangkap oleh pengamat. Dan manusia tidak ada kemampuan untuk mengetahui noumena karena sifatnya yang terselubung dari pikiran dan indera.

Istilah fenomenologi berasal dari bahasa Yunani pahainomenon yang secara harfiah berarti “gejala” atau “apa yang telah menampakkan diri” sehingga nyata bagi kita. Metode ini dirintis oleh Edmund Husserl (1859-1938). Yakni dengan menampakkan realita sesuai dengan dirinya sendiri . dan tugas utama fenomenologi menurut Husserl adalah menjalin keterkaitan antara manusia dengan realitas[1]. Keterkaitan ini mendorong manusia untuk mempelajari fenomena-fenomena yang ada dengan pengalaman langsung dengan realitas tersebut. Sehingga pengalaman tersebut akan memberikan sebuah penafsiran, yaitu esesnsi dari realitas tersebut. Husserl menggunakan istilah fenomenologi untuk menunjukkan apa yang nampak dalam kesadaran kita dengan membiarkannya termanifestasi apa adanya tanpa memasukkan kategori pikiran kita padanya atau menurut ungkapan Husserl zurruck zu den sachen selbt (kembalilah pada realitas itu sendiri). Dengan kata lain fenomenologi tidak membiarkan kita untuk mencampur fenomena yang ada dengan pikiran kita, dan membiarkan fenomena tersebut berjalan apa adanya. Karena pikiran itu hanya bersifat teoritis yang terikat oleh pengalaman indrawi yang bersifat relatif subyektif sedangkan fenomena adalah realitas yang bersifat obyektif. Baca entri selengkapnya »

  1. Ilmu Kalam Dalam Konteks Pemikiran Islam

Ilmu Kalam termasuk salah satu cabang ilmu keislaman yang muncul semenjak masa yang terbilang awal. Dalam konteks pemikiran islam, ilmu kalam termasuk bagian dari proses pengalaman Islam yang mengalir dalam bangunan peradaban Islam pada umumnya. Oleh karena itu, sebagai bagian dari pemikiran islam, ilmu kalam tidak dapat dipisahkan dari proses sejarah peradaban islam. Ilmu kalam menjadi suatu rangkaian kesatuan sejarah, dan telah ada di masa lampau, masa sekarang dan akan tetap ada di masa yang akan dating. Akan tetapi, setiap langkah menuju pemikiran kalam selanjutnya, diperlukan penguraian dan analisis yang mendalam dalam hubungannya dengan entitas pandangan dunia islam.

            Dalam pemetaan pemikiran islam, karena tidak lepas dari perkembangan sejarah Islam, maka Harun Nasution membagi kedalam tiga periode besar:[1]

  1. Periode Klasik (650-1250) merupakan zaman kemajuan yang dibagi ke dalam dua fase: fase ekspansi, integrasi dan puncak kemajuan (650-1000 M). Zaman inilah yang menghasilkan ulama-ulama besar seperti: Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’I, Imam Ibn Hambal.
  2. Periode pertengahan (1250-1800 M), juga dibagi menjadi dua fase : Fase kemunduran (1250-1500 M). Pada fase ini desentralisasi dan disintegrasi semakin meningkat.Yang kedua fase Tiga kerajaan besar (1500-1800 M), yang dimulai dengan zaman kemajuan (1500-1700 M) dan zaman kemunduran (1700-1800 M). Tiga kerajaan itu adalah Kerajaan Utsmani di turki, kerajaan Safawi di Persia dan kerajaan Mughal di India.
  3. Periode Modern (1800 M-seterusnya), merupakan zaman kebangkitan umat Islam. Baca entri selengkapnya »
  1. A.   Latar Belakang

Manusia adalah makluk yang seelalumerindukan kesempurnaan. Oleh karena itu dengan segaa potensi yang dimilikinya, ia berusaha maju dan berkembang untuk mencapai kesempurnaan baik secara jasmani maupun rohani, usaha itu di sebut dengan belajar.

Manusia ada saat ini tak lepas dari sejarah, karena sejarah adalah peristiwa masalalu. Manusia bisa belajar dari peristiwa masa lalu untuk hidupnya yang lebih baik. Sejarah sangat berguna untuk dipelajari karana manusia bisa belajar dari pengalalmna yang terdahulu. Betapa sedihnya jika manusia mengulang kesalahan yang sama dengan kesalahan yang dulu pernah di lakukan.

Dengan sejarah ini manusia akan belajar menjadi sempurna dengan mempelajari kesalahan dan hikamah dari sejarah. Sejarah itu adalah peristiwamasa lalu yang di catat. Manusia dengan sejarah seumpama manusia naik kereta menghadap ke blakang, yang hanya bisa melihat belakang dan sebelah kanan dan kiri, tak bisa melihat kedepan.

  1. B.   Rumusan Masalah
  2. Apa Pengertian sejarah islam?
  3. Apa ruang lingkup kajian sejarah islam?
  4. Apa manfaat sejarah islam?

Disini akan menjelaskan pengertian sejarah islam dengan menyeluruh, dikupas dengan tuntas akan pengertian sejarah, baik menurut bahasa maupun menurut istilah. islam, pengertian islam menurut beberapa ulama. dan juga dijelaskan ruang lingkup sejarah islam itu sendiri dan juga manfaaat dari mempelajari sejarah.

“semua dapat di lihat di sini, dengan memberi comen dengan alamat email dan akan segera di kirim GRATISSS!!!”

  1. Pengertian Monitoring dan Evaluasi

Monitoring adalah suatu proses pemantauan untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan manajemen sekolah. Fokus monitoring adalah pemantauaan pada pelaksanaan manejemen sekolah, bukan pada hasilnya. Tepatnya, fokus monitoring adalah pada komponen proses menejemen sekolah, baik menyangjut proses pengambilan keputusan, pengelolaan kelembagaan, pengelolaan program, maupun pengelolaan proses belajar mengajar. Evaluasi merupakan suatu proses untuk mendapatkan informasi tentang hail manajemen sekolah. Jadi, fokus evaluasi adalah pada hasil menejemen sekolah. Informasi hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan sasaran yang telah ditetapkan. Manajemen sekolah dikatakan efektif jika hasil sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan, sebaliknya, jika tidak sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan, manejemen sekolah dianggap tidak efektif (gagal). Oleh karena itu sebaiknya setiap sekolah diharapkan data-data tentang prestasi siswa sebelum dan sesuadah manejemen sekolah. Hal tersebut penting dilakukan agar sekolah dapat dengan mudah membandingkan prestasi siswa sebelum dan sesuadah menejemen sekolah. Apabilah sesuadah manajemen sekolah ada peningkatan prestasi yang sangat singnifikan dibanding dengan sebelum menejemen sekolah. Itu berarti manajemen sekolah cukup berhasil. Baca entri selengkapnya »

Pendidikan memiliki sistem yang sangat berketerkaitan antara satu sama lain, diantanya tujuan pendidikan, membentuk kurikulum, proses belajar mengajar, evaluasi dan tngkat lanjud. yang nantinya akan mempengaruhi kurikulum. kita lihat dari kurikulum yang di gunakan sekolah, sekolah berhak membangun kurikulumnya sendiri, setelah itu dilaksanakan dalam peroses belajar mengajar. dan di akhiri dengan evaluasi.

evaluasi adalah tolak ukur dari keberhasilan pendidikan yang di embannya. tidak mudah pembeat evaluasi di dalm evaluasi terdapat banyak poin-poin yang perlu di perhatikan. tidak bisa instrumen evaluasi di buat sesuak ahati tanpa melihat kaidah-kaidah yang berlaku. sebelum ada evaluasi ada yang namanya kisi-kisi.

tidak jauh beda dengan PAI, dalam pembelajaran PAI kisi-kisi untuk evaluasi perlu untuk di buat disini saya akan posting kisi2 PAI kelas 1 SMP semester 1. silakan masukkan koment anda dengan menyertakan email

 

 

 

                         Kegiatan belajar mengajar yang sering disebut KBM, telah menemukan revolusi baru dalam melaksanakannya. adanya pendidik dan peserta didik, adanya materi dan media, beserta metode. hal ini sering kita dengar, tapi tahukah dewasa ini itu semua tidak cukup mengapa? metode pembelajaran tanpa di sertai oleh managemen kelas yang baik maka metode itu tidak ada gunanya, malah menghabiskan waktu.

                               oleh karena itu di adakannya sebuah materi khusus untuk mennetukan beberapa cara untuk managemen kelas yang baik dan benar sehingga hasil lebih maksimal.kelas perlu di kelolah sedemikian rupa untuk mendapatkan posisi yang enak dan memudahkan untuk proses belajar.

                               adapun banyak masalah yang di hadapi oleh pengelolaan kelas diantaranya: Baca entri selengkapnya »

Tarekat Naqsyabandiyah

Dalam dewasa ini kita sebagai umat muslim harus mengetahui tentang salah satu tata cara ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang dianggap sudah tidak asing lagi ditelinga kita sebagai umat muslim Untuk mendekatkan diri pada tuhan maka harus menempuh jalan ikhtiar , salahsatu jalan ihtiar yaitu dengan mendalami lebih jauh ilmu tasawuf ,untuk mengetahui sesuatu maka pasti ada ilmunya, yakni tentang tarekat . demikian dalam hal ini mari kta mengkaji ulang tentang tarekat sekaligus mengkritisi sesuatu yg harus kita fahami secara mendalam di dalam tarekat dari segi historisnya .

Menurut salah satu yang saya pernah ingat tentang hadit nabi yg berbunyi :

عَنْ أَبِي رَبَاحٍ عن سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أنه رأى رَجُلاً يُصَلِّي بَعْدَ طُلُوْعِ الْفَجْرِ أَكْثَرَ مِنْ رَّكْعَتَيْنِ يُكْثِرُ فِيْهَا الرُّكُوْعَ وَالسُّجُوْدَ فَنَهَاهُ فَقَالَ يَا أَبَا مُحَمَّدٍ أَيُعَذِّبُنِي اللَّهُ عَلَى الصَّلاَةِ قَالَ لاَ وَلَكِنْ يُعَذِّبُكَ اللَّهُ بِخِلاَفِ السُّنَّةِ

            Artinya : “Riwayat dari Abi Rabah , dari Sa’id bin Musayyab , bahwa dia melihat seorang lelaki shalat setelah terbit fajar, lebih banyak dari dua raka’at , dia memperbanyak ruku’ dan sujud , maka Sa’id bin Musayyab melarangnya , lalu orang itu bertanya: Wahai Abu Muhammad , apakah Allah akan menyiksaku karena shalat ? Sa’id menjawab : “Tidak , tetapi Allah akan menyiksamu karena (kamu) menyelisihi sunnah.”

            Ini termasuk jawaban bagus dari Sa’id bin Musayyab rahimahullah, yaitu senjata yang kuat menghadapi pelaku bid’ah, yang menganggap baik banyaknya bid’ah, dengan nama dzikir dan shalat, kemudian mereka mengingkari ahlis sunnah, dengan tuduhan tidak doyan dzikir dan shalat. Padahal ahlis sunnah itu sebenarnya hanyalah mengingkari penyimpangan mereka dari sunnah dalam dzikir , shalat , dan sebagainya.

“Untuk ulasan lengkap silakan tulis email di komentar terima kasih”